Akibat Uang Jaminan: RS Hermina Kecewakan Pasien BPJS

oleh

Tangerang NAWACITANEWSLIB
Diminta kepada peserta BPJS agar berhati-hati dalam melunasi kewajibannya, sebab ada uang denda yang ditagih saat Rawat inap.
Sungguh tragis nasib yang dialami oleh pasien BPJS saat ingin dirawat inap di RS Hermina Kota Tangerang, akibat tidak mempunyai uang jaminan, S pulang kerumahnya tidak jadi dirawat.
Berdasarkan informasi yang didapat, S berobat ke RS Hermina atas rujukan dari Puskesmas Gembor untuk menjalani bedah payudara akibat adanya benjolan.
Setelah beberapa minggu menjalani beberapa proses pemeriksaan kesehatan oleh dr Adi Ayu Prahara SpPD, S disarankan Selasa (22/1) untuk menginap di RS Hermina karena HB rendah. Saat S mendaftar ingin Rawat inap, pihak RS tersebut menyarankan agar datang mendaftar pada Kamis (24/1). Setelah menunggu hingga malam hari, sekitar pukul 22.30, keluarga pasien dihubungi keluarga, meskipun pasien S berada diruang tunggu.
Setelah S mendatangi perawat untuk Rawat inap, S diharuskan membayar uang Jaminan Rp 1 juta untuk jaminan, karena ada Denda sebesar Rp 10 juta dari BPJS, dan uang akan dikembalikan saat Denda BPJS dibayar.
“Karena saya gak bawa uang, kami tawar 300 ribu, tapi petugas tidak mau, dan itupun harus ada materai. Saya sangat kecewa dengan pelayanan RS Hermina, dan saya minta agar peserta BPJS berhati-hati kena denda yang tiba-tiba saat rawat inap, ” kata Tua, keluarga pasien.
Tua menambahkan, perawat menyerahkan surat Eligibilitas peserta sebagai bukti denda.

Agung, petugas BPJS Kota Tangerang, saat dikonfirmasi Jum’at (25/1), terkait ditolaknya pasien untuk menginap menjelaskan bahwa, meskipun iuran BPJS sudah dibayar Lunas pertahun, jika terlambat bayar diatas Tanggal 10 awal bulan, peserta BPJS akan dikenakan denda pada saat dirawat inap. Namun demikian, tambah Agung, pasien harus dirawat terlebih dahulu dan kemudian saat pembayaran akan dikenakan denda.
” Kami menyangkan peristiwa ini, pihak kami barusan telah menghubungi dr yuda dari RS Hermina mereka masih bersedia melayani S untuk rawat inap. Masalah uang jaminan jika tidak ada, pasien harus ditangani dengan baik, walaupun ada aturan dari Rumah sakit terkait jaminan, ” kata Agung.
Kartu BPJS masih aktip, lanjut Agung, dan bisa dipakai disemua Rumah Sakit.
Rut Kaban, saat di klarifikasi oleh keluarga pasien, didampingi wartawan menjelaskan, memang ada denda jika Rawat inap dari BPJS jika terlambat bayar, walaupun sudah melunasi uang iuran bulanan.
Jika telat membayar sehari saja, akan dikenakan denda oleh BPJS saat pasien akan dirawat inap. Dan pihaknya memohon maaf atas kejadian tersebut. Ruth juga memaparkan bahwa benar mesti ada uang jaminan sebesar Rp 1 juta berdasarkan aturan Management RS Hermina.
“Tapi jika pasien tidak punya uang, mereka harus bersedia mengisi surat pernyataan untuk selanjutnya dirawat. Kami mohon maaf, atas kejadian ini, dan akan saya sampaikan ke pimpinan, ” kata Rut.

(Tim Investigasi/ Ramlan)