Camat Mauk Tinjau Proyek “Taman Sepatan Grande” Di Tegal Kunir Kidul  

oleh

Kabupaten Tangerang, NawacitaNewsLib.com –  Banyaknya keluhan atau keberatan warga Tegal kunir kidul terhadap pembangunan proyek Taman Sepatan Grande ini yang berdampak  kurangnya aliran air di lahan sawah. Para petani yang ada di lingkungan proyek pada Sabtu 12 mei 2018, Kepala Desa Tegal Kunir Kidul Wawan Surayu, Camat Mauk Heru, Binamas dan Babinsa beserta masyarakat sekitar meninjau lokasi proyek.

“Dalam pelaksanaan proyek ini ada banyak permasalahan, diantaranya kurang keterbukaan di lapangan terhadap pihak pengembang dan warga desa. Menurut laporan warga bahwa lahan yang belum terselesaikan perjanjiannya sudah dilakukan penggalian dan pematokan, sehingga ada beberapa warga yang merasa dirugikan,” ungkap Kepala Desa Tegal Kunir Kidul Wawan Surayu.

Sebut saja namanya Ahmad Nur, yang lahannya seluas kurang lebih 3.300 m2  yang menurutnya blm ada kepastian penyelesaian pembayaran yang jelas. Menurut pihak pengembang ketika dikonfirmasi wartawan NawacitaNewsLib.com mengatakan bahwa semua sudah jelas, dan dalam kesepakatan yang sudah tertulis antara pemilik lahan dan pengembang sesuai lokasi batas-batas yang sudah disepakati.

Adapun dalam hal ini, pihak pengembang  melaksanakan pembangunanya sesuai zonanya. Kalau saja ada warga dan masyarakat yang merasa dirugikan terhadap pengembang, silahkan konfirmasi agar supaya jelas permasalahannya. Karena proyek ini mempunyai ijin lokasi, ijin lingkungan, ijin tata ruang dan juga jelas penanaman modalnya.

Tapi menurut Ahmad bersama tim pengacara mengatakan, ada beberapa ijin yang belum terpenuhi dari pihak pengembang yaitu terkait ijin amdal yang memang ijin tersebut sudah diatur dalam UU No. 4 tahun 1997 pasal 7d yang harus mengikuti aturan administrasi ekologi.

Dan juga jelas dalam pasal 30 ada tindak pidananya. “Untuk itu, kami yang mewakili masyarakat meminta kepada pihak pengembang, mari kita duduk bersama atau sosialisasi kembali agar semua permasalahannya jelas antara pihak pengembang dan desa pun juga masyarakatnya sesuai perjanjian perjanjian yang kita semua sepakati,” tandas Kepala Desa.  *( Karay/ Saprul / Aan/ tim investigasi )