WARGA DS. CIKAREO KEC. SOLEAR KAB. TANGERANG – BANTEN TERANCAM KEHILANGAN HAK ATAS TANAHNYA

oleh

Kab. Tangerang, Nawacitanewslib.com – Warga Desa Cikareo ± 250 KK yang sudah puluhan tahun menempati lahan seluas 37 Ha secara turun menurun kini hanya tinggal menunggu Nasib untuk hengkang dari kampungnya sendiri. Lahan seluas ± 37.Ha tersebut telah dikuasai pihak Yayasan KORPRI DKI sejak th 1994 dgn sertifikat HGB.

Hal ini diketahui warga sejak ada program PRONA th. 2018. Warga yg tidak mengetahui asal muasal lahan mereka dikuasai Yayasan Korpri DKI sontak merasa kaget, pasalnya sejak th 1994 baru 2018 diketahui warga, artinya sdh 24 th warga mengetahui lahannya bukanlah hak milik mereka. Sedangkan warga selama ini telah membayar pajak tahunan secara rutin.

Menurut sumber salah satu warga menyebutkan bahwa warga selama ini memiliki bukti kepemilikan berupa AJB, Girik dan bahkan ada yang sudah bersertifikat.

Keresahan warga ini disambut oleh salah satu LSM yakni Aliansi Indonesia yg saat ini menangani keluhan warga. Namun pd hari Selasa tgl 5 maret 2018. Pihak Aliansi Indonesia menyatakan bahwa lahan seluas ±37 Ha tsb adalah Tanah Negara.

Sontak pernyataan ini membuat keresahan warga, hal ini sesuai dengan pernyataan Murdya (Sekdes Cikareo) yang menyatakan ” apa tertulis dalam spanduk yang dipasang pihak Aliansi Indonesia sudah membuat keresahan warga, ” . Pupus sudah harapan warga yg menginginkan lahannya kembali ke tangannya dan terancam kehilangan hak atas tanahnya.

Sementara Kades Cikareo saat akan dimintai keterangan di Kantornya tidak ada ditempat. (Uud/samsu)